KUNJUNGAN IMIKI UNTUK SOLIDARITAS TANPA BATAS
Nanti,
Tidak ada lagi aku,
Tidak ada lagi kamu,
Tapi aku dan kamu, melebur menjadi kita
Begitu semboyan dari salah satu anggota aktif IMIKI pada
sabtu (23/3) luangkan waktu kemarin menyambang ke kampus UNTIDAR. IMIKI (Ikatan
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia) adalah wadah tunggal atau suatu forum
untuk menampung aspirasi mahasiswa ilmu komunikasi di seluruh Indonesia dalam
kajian ilmu komunikasi, penelitian, dan pengabdian masyarakat misalnya dengan
literasi media atau kejurnalistikan dan bidang kehumasan yang berkaitan dengan
komunikasi guna menunjang pembangunan nasional khususnya dalam bidang
komunikasi. Seluruh mahasiswa yang ilmu komunikasi di Indonesia sebenarnya
adalah IMIKI, hanya saja ada IMIKI aktif dan IMIKI pasif. IMIKI aktif adalah
mahasiswa yang ikut berkiprah dalam kepengurusan IMIKI sendiri, dan IMIKI pasif
berisi keseluruhan mahasiswa kuliah pada program studi maupun berkaitan dalam
bidang ilmu komunikasi. Dari hal tersebut maka diambil kesimpulan bahwa IMIKI
dibagi dalam beberapa wilayah.
Kepemimpinan tahun ini
diketuai oleh Mas Alif Madani, mahasiswa komunikasi dari UII dengan nama
“Kabinet Migunani”. Mas Alif diamanahkan untuk mengorganisir IMIKI cabang Jogja
dengan gabungan dari 16 universitas yang ada di Jogjakarta, Solo dan Surakarta.
IMIKI cabang Jogja masuk dalam IMIKI wilayah 3 (Solo, Jogja, Surakarta,
Semarang dan Kalimantan). Kalian bisa kunjungi sekre IMIKI cabang Jogja ada di
Jalan Wates, Jogjakarta. Beberapa program kerja sudah dilakukan IMIKI sampai
merambah ke tingkat nasional. Beberapa kegiatan yang menarik dilakukan IMIKI,
organisasi tidak boleh hanya formalitas, namun juga kultural, berarti lebih
menggunakan hati. Misalnya saja, ketika kegiatan “Hari Pers Dunia”. Secercik
pengalaman IMIKI, di suatu daerah wilayah 3 IMIKI Jogja, masih banyak
masyarakat yang tidak menggunakan etika pers dalam meng-upload suatu informasi atau kejadian yang baru saja terjadi.
Kebanyakan warga banyak yang penggambilan gambarnya tidak sesuai, namun
langsung saja di publikasikan. Dari krisis ini, IMIKI mencoba untuk membuat
program penyuluhan dalam bidang kejurnalistikan agar masyarakat selain memiliki
pengetahuan lebih, juga lebih bisa menjaga informasi agar tidak menyalahi kode
etik.
Masih banyak kegiatan IMIKI
yang sudah berjalan. Termasuk rapat besar atau rapat nasional yang diikuti oleh
seluruh cabang IMIKI yang ada di Indonesia. Biasanya rapat besar di lakukan di
Surabaya. Membahas pengabdian IMIKI untuk menyatukan seluruh mahasiswa ilmu
komunikasi yang ada di Indonesia ada beberapa patah kata yang Mas Alif
sampaikan pada kunjungan kemarin. “Bikin kompetisi-kompetisi paling kecil buat
cari bibit ketika kita masuk ke kompetisi yang lebih berbobot selanjutnya, biar
ngga kesusahan atau terlalu mendadak, usahakan semua bisa terwadahi tetapi
tetap harus ada keunggulan untuk ciri khas prodi kalian”, ujarnya. Dari pesan
yang di sampaikan Mas Alif dan teman-teman IMIKI lainnya, sudah menjadi hukum
alam ketika bergabung kedalam suatu organisasi, memanusiakan manusia adalah
wajib hukumnya.
Sekilas gores tentang IMIKI
pada kesempatan kali ini, for more you
can see @IMIKIJOGJA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar