Minggu, 24 Maret 2019


KUNJUNGAN IMIKI UNTUK SOLIDARITAS TANPA BATAS

Nanti,
Tidak ada lagi aku,
Tidak ada lagi kamu,
Tapi aku dan kamu, melebur menjadi kita

Begitu semboyan dari salah satu anggota aktif IMIKI pada sabtu (23/3) luangkan waktu kemarin menyambang ke kampus UNTIDAR. IMIKI (Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia) adalah wadah tunggal atau suatu forum untuk menampung aspirasi mahasiswa ilmu komunikasi di seluruh Indonesia dalam kajian ilmu komunikasi, penelitian, dan pengabdian masyarakat misalnya dengan literasi media atau kejurnalistikan dan bidang kehumasan yang berkaitan dengan komunikasi guna menunjang pembangunan nasional khususnya dalam bidang komunikasi. Seluruh mahasiswa yang ilmu komunikasi di Indonesia sebenarnya adalah IMIKI, hanya saja ada IMIKI aktif dan IMIKI pasif. IMIKI aktif adalah mahasiswa yang ikut berkiprah dalam kepengurusan IMIKI sendiri, dan IMIKI pasif berisi keseluruhan mahasiswa kuliah pada program studi maupun berkaitan dalam bidang ilmu komunikasi. Dari hal tersebut maka diambil kesimpulan bahwa IMIKI dibagi dalam beberapa wilayah.

         Kepemimpinan tahun ini diketuai oleh Mas Alif Madani, mahasiswa komunikasi dari UII dengan nama “Kabinet Migunani”. Mas Alif diamanahkan untuk mengorganisir IMIKI cabang Jogja dengan gabungan dari 16 universitas yang ada di Jogjakarta, Solo dan Surakarta. IMIKI cabang Jogja masuk dalam IMIKI wilayah 3 (Solo, Jogja, Surakarta, Semarang dan Kalimantan). Kalian bisa kunjungi sekre IMIKI cabang Jogja ada di Jalan Wates, Jogjakarta. Beberapa program kerja sudah dilakukan IMIKI sampai merambah ke tingkat nasional. Beberapa kegiatan yang menarik dilakukan IMIKI, organisasi tidak boleh hanya formalitas, namun juga kultural, berarti lebih menggunakan hati. Misalnya saja, ketika kegiatan “Hari Pers Dunia”. Secercik pengalaman IMIKI, di suatu daerah wilayah 3 IMIKI Jogja, masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan etika pers dalam meng-upload suatu informasi atau kejadian yang baru saja terjadi. Kebanyakan warga banyak yang penggambilan gambarnya tidak sesuai, namun langsung saja di publikasikan. Dari krisis ini, IMIKI mencoba untuk membuat program penyuluhan dalam bidang kejurnalistikan agar masyarakat selain memiliki pengetahuan lebih, juga lebih bisa menjaga informasi agar tidak menyalahi kode etik.

        Masih banyak kegiatan IMIKI yang sudah berjalan. Termasuk rapat besar atau rapat nasional yang diikuti oleh seluruh cabang IMIKI yang ada di Indonesia. Biasanya rapat besar di lakukan di Surabaya. Membahas pengabdian IMIKI untuk menyatukan seluruh mahasiswa ilmu komunikasi yang ada di Indonesia ada beberapa patah kata yang Mas Alif sampaikan pada kunjungan kemarin. “Bikin kompetisi-kompetisi paling kecil buat cari bibit ketika kita masuk ke kompetisi yang lebih berbobot selanjutnya, biar ngga kesusahan atau terlalu mendadak, usahakan semua bisa terwadahi tetapi tetap harus ada keunggulan untuk ciri khas prodi kalian”, ujarnya. Dari pesan yang di sampaikan Mas Alif dan teman-teman IMIKI lainnya, sudah menjadi hukum alam ketika bergabung kedalam suatu organisasi, memanusiakan manusia adalah wajib hukumnya.

       Sekilas gores tentang IMIKI pada kesempatan kali ini, for more you can see @IMIKIJOGJA.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Filter Bubble Effect

             Kehidupan orang-orang cenderung berubah sejak kedatangan media baru. Saat ini informasi memainkan peranan penting sehingga d...