Minggu, 14 April 2019

BERAGAM ACARA WARNAI DIES NATALIES UNTIDAR KE-5


Eloknya namamu menjadi motivasi,
Mencucurkan harapan-harapan di bawah naungan TIDAR
Lembah dengan ketinggian yang mengisyaratkan mimpi agar setinggi itu
Bisa terwujud tanpa terpaku

MAGELANG – Menginjak peringatan ke 5 dengan diibaratkan sebuah usia 5 tahun bagi banyak makhluk yang bertulang belakang adalah usia yang masih sangat muda atau bahkan bisa dikatakan sebagai balita yang baru saja menginjakkan kaki dan berjalan, mulai mengetahui sedikit demi sedikit apa saja yang akan terjadi dalam dunia. Namun berbeda dengan mahkluk hidup, organisasi dengan usia muda pun bisa memiliki kinerja yang sangat baik. Seperti apa yang bisa digambarkan oleh kampus Universitas Tidar. Tentunya hal itu terjadi karena “diawaki” oleh manusia-manusia yang memiliki visi dan pandangan jauh ke depan ditambah semangat yang menyala-nyala dan kemampuan yang tinggi. Terlebih di tahun ini pula terpilihlah rektor baru dengan harapan banyak mahasiswa menjadi panutan untuk kebaikan Universitas Tidar selanjutnya.

Dengan usia yang baru mencapai 5 tahun resminya Universitas Tidar menjadi PTN ini, tentunya tak lepas dari sejarah yang panjang. Di tahun 1979 UNTIDAR disaat pendiriannya melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tiggi, 1981 UNTIDAR terdaftar di Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia disemua kejuruannya, 1984 status terdaftar diperbaruhi dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 03950/1984, 1998 seluruh program studi mendapatkan status terakreditasi dari BAN-PT, 1999 membuka Diploma Tiga untuk prodi Akuntansi dan Teknik Mesin Otomotif dan pada 1 April 2014 UNTIDAR resmi berstatus PTN.

Sejarah panjang tersebut tentunya tidak semuanya berjalan dengan mulus dan selalu ada grafik terus-menerus meningkat. Terdapat beberapa masalah pula yang menunjukkan kondisi kampus UNTIDAR tidak begitu menggembirakan. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat bagi civitas dan mahasiswa UNTIDAR untuk tetap berkontribusi dan menjalankan peringatan hari jadi Universitas Tidar sebagai bentuk apresiasi dan rasa bangga. Rentetan acara dilakukan mulai dari gerak jalan santai yang diselenggarakan untuk umum, perlombaan yang di tujukan kepada mahasiswa dan civitas akademika UNTIDAR seperti perlombaan tenis, perlombaan menyanyi dan company profil, perlombaan Stand Up Comedy, kuliah umum sampai pada kegiatan penutupan nanti diisi pentas seni yang dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2019.



Kemeriahan Dies Natalies UNTIDAR ke-5 terlihat pada saat pelaksanaan lomba menyanyi di tanggal 10 April 2019 yang dilaksanakan di auditorium UNTIDAR. Ada beberapa kategori menyanyi dalam perlombaan tersebut, yaitu pop, dangdut dan keroncong. Pelombaan menyanyi tunggal ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa saja, namun juga banyak dosen dan civitas yang menghadiri dan mengikuti perlombaan tersebut. Mereka dengan antusias mendukung idola masing-masing, atau bahkan saling menyemangati satu sama lainnya. Semua peserta wajib menyiapkan 1 lagu untuk penyisihan dan 1 lagu untuk babak final ketika berhasil mengalahkan peserta lomba lainnya.


     
Berlanjut dihari selanjutnya. 11 April 2019 tepatnya pada hari kamis diadakannya kuliah umum dengan tema “Ilmu Negosiasi dan Pengembangan Jaringan Kerja dalam Meningkatkan Entrepreneurship”. Kuliah umum ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa di setiap kelas atau program studi. “Diisi narasumber dari mahasiswa UNNES yang kuliah di luar negeri dengan beasiswa”, tutur Putri, mahasiswa UNTIDAR di program studi Pendidikan IPA.

Semangat dan lancarnya kegiatan di setiap acara yang diagendakan membuat pengaruh tersendiri yang tampak pada kemeriahan rangkaian Dies Natalies UNTIDAR ke-5. Harapan besar dalam benak siapapun yang kini ada dalam lingkup kampus UNTIDAR bisa semakin memperbaiki lagi sehingga benar-benar menjadi kampus yang segera maju dalam berkarya dan pendidikannya.

Sabtu, 06 April 2019




Aku tuturkan sedikit, bercampur dengan bagian-bagian dari materi yang sedang ku tempuh dalam jenjangku, namun tak apa, tak bermasalah, kamu tetap akan ada di setiap apapun yang aku lakukan, semoga kamu sekilas melihat.

Aku senang mengenalmu, aku senang berbincang denganmu, meskipun hanya melalui aplikasi chatting. Aku bahagia mendengar tawamu, meskipun aku tak pernah tahu apa alasan di balik tawamu itu. Aku senang bisa mengajakmu pergi, meskipun aku tak pernah tahu hatimu dimana saat bersamaku. Aku terkesan dengan kepribadianmu, kamu sosok yang tangguh, lagi mandiri. Dan kuatmu itu, yang selalu menguatkanku, meski aku tak pernah katakan ini padamu. Entah kamu menyadarinya atau tidak, yang pasti, aku merasakan semua hal di atas dengan penuh kesadaran.

Sederhananya, aku mencintaimu.

Hey, maaf jika aku harus kembali lagi. Tapi tenanglah, ini tak akan lama, ku jamin. Aku hanya ingin menyampaikan apa yang belum sempat tersampaikan. Dan sebelumnya, izinkan aku duduk di hadapanmu. Nanti, kamu tak perlu menjawab apapun dari setiap penyampaianku. Kamu baru boleh menjawabnya dengan diri dan hatimu sendiri, setelah aku tak ada lagi. Setelah aku beranjak.

Aku bertarung dengan egoku sendiri untuk tidak mencintai siapapun setelah sembuh dari pertarunganku dengan hatiku kemarin. Nyatanya, bertemu denganmu membuatku kalah telak. Tak ada yang bisa ku sangkal, seolah sudah benar-benar siap untuk dipatahkan. Terimakasih.

Karena, harapan adalah akar dari semua sakit hati. ˜William Shakespeare˜

Filter Bubble Effect

             Kehidupan orang-orang cenderung berubah sejak kedatangan media baru. Saat ini informasi memainkan peranan penting sehingga d...