Semangat tinggi, memotret peristiwa kehidupan dengan
berbagai aspek, baik dipergulatan batin dalam diri, atau luar diri. Itu suatu
proses yang panjang. Wiwitan ini
menghatarkanku pada materi pertamaku dalam Jurnalisme Online, yakni:
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KONVERGENSI MEDIA,
TIPE-TIPE KONVERGENSI DAN CONTOHNYA
Sebagai pengantar yang
akan menemani membahas konvergensi media lebih dalam lagi, penulis sudah
mengutip suatu kalimat yang diutarakan oleh Roger Fidler di tahun 1997 dalam
bukunya yang mengatakan konvergensi media disebut sebagai Mediamorphosis. Mediamorphosis
mengajak untuk melihat dari sisi perkembangan teknologi dan industri media
massa sebagai masa depan dari konvergensi media.
Mediamorfosis merupakan
transformasi media komunikasi yang kebanyakan timbul karena adanya hubungan
timbal balik yang rumit antara kebutuhan yang dirasakan, tekanan atas adanya
persaingan dan politik, juga berbagai inovasi sosial dan teknologi. Dari
mediamorfosis penulis mengajak pembaca untuk memahami bahwa adanya bagian yang
saling terkait, dengan berbagai kesamaan yang ada melihat dari bentuk yang
muncul pada masa lalu, masa sekarang maupun yang sedang dalam proses
kemunculannya. Dan yang terjadi adalah adanya proses adaptasi dan pengembangan.
Dari
pengantar yang penulis sebutkan, konvergensi masuk sebagai konsep dalam
mediamorfosis. Untuk mempertahankan diri dari bergejolaknya suatu media,
mediamorfosis memiliki sebuah strategi dengan tiga konsep utama, diantaranya :
1. Koevolusi.
Keharusan
ketika suatu bentuk baru yang muncul dan berkembang mempengaruhi bentuk lain
juga misalnya media. Bentuk-bentuk media mempunyai siklus kehidupan sebelum
akhirnya benar-benar punah. Kehadiran teknologi yang sekarang tidak akan ada
jika setiap media baru terjadi bersamaan dengan media lama mati. Namun, sebagian
besar media sifat dasarnya akan tetap sama menjadi bagian dari sistem.
2.
Konvergensi.
Nicholas
Negroponte disebutkan sebagai orang pertama yang menghadirkan konvergensi media
dan teknologi digital yang pada akhirnya sering dikenal sebagai komunikasi multimedia.
Multimedia tersebut menjadi medium yang mengintegrasikan dua bentuk komunikasi
atau lebih. Konvergensi bukan berarti menggantikan bentuk-bentuk yang
terdahulu, namun menunjukkan peluang yang poensial untuk pengembangan media
baru.
3.
Kompleksitas.
Persoalan
konvergensi tidak lepas dari perubahan yang sering kali menimbulkan situasi
yang kacau atau chaos. Perlu
ditekankan bahwa chaos merupakan
komponen penting dalam perubahan, dimana chaos
melahirkan gagasan baru yang akan menghidupkan sistem-sistem dan
mentransformasikannya. Dari statement
di atas bisa dipadatkan bahwa sistem komunikasi manusia adalah suatu sistem
yang saling bergantung dan dinamis yang akan menimbulkan kompleksitas yang
adaptif.
Selain konvergensi sebagai
bagian dari konsep mediamorfosis, perlu diketahui juga paradigma
konvergensinya. Mengasumsikan bahwa media lama dan media baru akan tetap
berinteraksi karena kecenderungan media lama yang harus beradaptasi dengan
kemajuan media baru. Bisa dikatakan konvergensi menjadi satu ketertarikan atau
kesamaan fokus yang terjadi karena proses penyatuan dari berbagai macam bentuk
hal.
Konvergensi tidak hanya
sebatas perkembangan dalam rana teknologi, namun juga merambah dan mengubah
pola dasar kehidupan manusia. Konvergensi mampu mengubah hubungan kehidupan manusia ke dalam berbagai
macam bidang. Baik teknologi, industri, pasar, gaya hidup sampai ke ekonomi,
politik, sosial dan budaya.
Berkaca dari
banyaknya sisi kehidupan yang sudah berkonvergensi membuat konvergensi media
sendiri memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kelebihan
dan kekurangan yang akan penulis paparkan secara singkat menurut pemahaman penulis.
a.
Kelebihan
Konvergensi Media
1) Konvergensi
menyebabkan perubahan yang cukup signifikan antara komunikasi tradisional
dengan konvensional yang mana bisa memadukan komunikasi antarpribadi dan
komunikasi massa dalam satu media sekaligus.
2) Konvergensi
membuat media penerbitan bertambah fungsi sekaligus sebagai media penyiaran,
begitupun sebaliknya media penyiaran juga berfungsi sebagai media penerbitan.
3) Audiens media
massa menjadi partner media atau
bahkan mengisi konten media massanya dengan semakin berkembangnya konvergensi.
4) Dikuasainya
media massa yang dimiliki audiens membuat audiens
bisa mengontrol situasi dan keseluruhannya tanpa terbatas ruang dan waktu,
temasuk mengakses dan berhubungan dengan informasi.
5) Konvergensi
menyebabkan kreativitas media yang semakin tidak terbatas.
6) Adanya
konvergensi membuat pendapatan dan periklanan yang ada di media model lama
berubah dan bertambah.
7) Konvergensi
media membuat arsip dan informasi yang ceruk menjadi lebih bernilai.
8) Banyaknya
pilihan yang terbentuk setelah hadirnya konvergensi media.
9) Konvergensi
menumbuhkan dan menciptakan lagi kultur baru yang sejalan dengan semakin
berkembangnya konvergensi media.
10) Berpotensi pada bebasnya bersuara serta interaksi dalam
berbagai bidang kehidupan khalayak.
b.
Kekurangan
Konvergensi Media
1) Adanya
konvergensi menyebabkan demasifikasi karena setiap orang memiliki kebebasan
untuk memiliki informasi yang dibutuhkan sehingga informasi yang berlangsung
semakin personal.
2) Dari
personalnya informasi akibat konvergensi membuat persaingan antar audiens semakin tinggi dan bisa saja
sampai tidak terkontrol.
3) Perlunya
kecakapan yang terus-menerus berubah dengan banyak inovasi karena suatu berita
yang tidak di edit akan menjadi informasi yang biasa.
4) Adanya
konvergensi membuat tidak adanya lagi siklus berita karena informasi menjadi
seketika atau spontan.
5) Adanya
konvergensi membuat media yang hadir sudah semakin sulit untuk dikendalikan.
6) Karena
tidak dikendalikan, ketika suatu informasi negatif muncul tidak akan mudah
melakukan peredaman dan akan muncul rentetan informasi negatif selanjutnya.
7) Kehadiran
media karena konvergensi memiliki ketidakterbatasan siapapun untuk
mengaksesnya, bahkan akan tetap selalu ada meskipun informasi tersebut sudah
dihapus, kerugian terlebih lagi pada suatu hal yang merugikan personal.
8) Di
Indonesia, konvergensi media menjadi sesuatu yang dipandang dan dirasakan buruk
oleh masyarakat karena konvergensi yang dilakukan di Indonesia hanya menjadi
budaya dan mengikuti arus global.
Seletah mengetahui beberapa
kelebihan dan kekurangan konvergensi media yang sudah penulis tulis, perlu tahu
apa saja tipe-tipe konvergensi media dengan pengertiannya masing-masing. Tipe
konvergensi media menjadi pilihan baik bagi perusahaan maupun personal sesuai
dengan strateginya masing-masing.
A. Convergence of Ownership ( Konvergensi Kepemilikan ), tipe konvergensi ini mengacu
pada perusahaan besar yang memiliki beberapa jenis media. Misalnya perusahaan
MNC. Perusahaan ini memiliki beberapa jenis media, yakni MNC Group sering
digunakan bagi pelanggan MNC, MNC Shop yang sering digunakan sebagai e-commerce, MNC Newsroom sebagai penyaji
informasi atau berita dan chanel MNC
TV. Perusahaan lainnya yang bisa dicontohkan yaitu program berita Seputar
Indonesia, perusahaan ini memiliki media koran dan juga media berita yang
ditampilkan dalam televisi langsung.
B. Tactical Convergence ( Konvergensi Taktis ), tipe konvergensi ini bentuk kerja
sama yang bergerak di bidang promosi dengan saling bertukar informasi yang
diperoleh dari media-media yang berkonvergen atau bekerja sama. Misalnya suatu
produk yang bekerja sama dengan radio. Radio akan melakukan promosi yang
disesuaikan dengan target marketnya ketika memperdengarkan iklan, begitu juga
timbal balik ketika produk tersebut sedang mengadakan bonus atau diskon dengan
mencantumkan tempat atau pemesanan produk tersebut bisa melalui radio yang
diajak bekerja sama.
C. Structural Convergence ( Konvergensi Struktural ), yaitu tipe konvergensi yang
membutuhkan penataan ulang dari hasil pembagian kerja dan strukturisasi organisasi
di setiap media yang sudah menjadi bagian dari konvergensi. Bisa dicontohkan
dalam kehidupan sehari-hari atau dalam suatu perusahaan, dimana semakin
berkembangnya suatu media mengharuskan siapapun yang terlibat lebih diketahui
lagi bakat dari kinerja yang dilakukan dalam pekerjaan sebelumnya. Misalnya
menciptakan inovasi media yang mampu menaikkan brand perusahaan tersebut, pastilah harus ada tugas kerja yang
sesuai dan menguasainya.
D. Convergence of Information Gathering ( Konvergensi Pengumpulan Informasi ), dalam tipe
konvergensi ini jurnalis melakukan liputan, pengolahan data dan menyajikannya
dalam berbagai platform. Misalnya berupa cetak, televisi, dan website. Sama
halnya bisa dicontohkan dalam perusahaan Kompas yang mana perusahaan ini
mencakup kinerja jurnalistik yang cukup maksimal karena mampu memberikan
informasi atau berita baik melalui televisi atau yang lebih dikenal dengan
Kompas TV, dengan media cetak atau koran Kompas dan juga websitenya pada
Kompas.id dan Kompas.com.
E. Narrative Convergence ( Konvergensi Naratif ), tipe konvergensi ini menuntut
keterampilan jurnalis dalam mengemas berita yang sesuai dengan pasar media yang
bersangkutan dan dilengkapi dengan foto, video maupun grafis dengan lebih
mengembangkan kreatifitas. Bisa dilihat di masa perkembangan konvergensi media
sat ini sudah banyak sekali perusahaan yang menggunakan ketrampilan dalam
menyusun dan menyajikan informasi dalam multimedia. Misalnya, perusahaan Good
News Indonesia yang sudah mampu memikat para pembaca maupun penggemarnya karena
berbagai konten yang dikemas secara kreatif baik video dan fotonya dengan nilai
unggul dalam Good News Indonesia adalah memberikan berita dan informasi yang
selalu positif.
DAFTAR PUSTAKA :
AG. Eka Wenats
Wuryata.Digitalisasi Masyarakat: Menilik
Kekuatan dan Kelemahan Dinamika Era Informasi Digital dan Masyarakat Informasi.Jurnal
ILMU KOMUNIKASI Vol. 1, No. 2, Desember: 131-142
Idhar Resmadi,
Sonny Yuliar.2014.Kajian Difusi Inovasi
Konvergensi Media diHarian Pikiran Rakyat.Bandung: Institut Teknologi
Bandung,Jurnal Sosioteknologi Vol. 13, No 2, Agustus 2014
Khadziq.2016.Konvergensi Media Surat Kabar Lokal (Studi
Deskriptif Pemanfaatan Internet Pada Koran Tribun Jogja dalam Membangun
Industri Media Cetak Lokal).Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga,e-Journal
Vol.10, No. 01, April 2016
Rangga Galura
Gumelar.Konvergensi Media Online.Jakarta:
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar