Minggu, 17 Maret 2019

KONVERGENSI MEDIA


Semangat tinggi, memotret peristiwa kehidupan dengan berbagai aspek, baik dipergulatan batin dalam diri, atau luar diri. Itu suatu proses yang panjang. Wiwitan ini menghatarkanku pada materi pertamaku dalam Jurnalisme Online, yakni:

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KONVERGENSI MEDIA,

TIPE-TIPE KONVERGENSI DAN CONTOHNYA

     Sebagai pengantar yang akan menemani membahas konvergensi media lebih dalam lagi, penulis sudah mengutip suatu kalimat yang diutarakan oleh Roger Fidler di tahun 1997 dalam bukunya yang mengatakan konvergensi media disebut sebagai Mediamorphosis. Mediamorphosis mengajak untuk melihat dari sisi perkembangan teknologi dan industri media massa sebagai masa depan dari konvergensi media.

      Mediamorfosis merupakan transformasi media komunikasi yang kebanyakan timbul karena adanya hubungan timbal balik yang rumit antara kebutuhan yang dirasakan, tekanan atas adanya persaingan dan politik, juga berbagai inovasi sosial dan teknologi. Dari mediamorfosis penulis mengajak pembaca untuk memahami bahwa adanya bagian yang saling terkait, dengan berbagai kesamaan yang ada melihat dari bentuk yang muncul pada masa lalu, masa sekarang maupun yang sedang dalam proses kemunculannya. Dan yang terjadi adalah adanya proses adaptasi dan pengembangan.

Dari pengantar yang penulis sebutkan, konvergensi masuk sebagai konsep dalam mediamorfosis. Untuk mempertahankan diri dari bergejolaknya suatu media, mediamorfosis memiliki sebuah strategi dengan tiga konsep utama, diantaranya :

1.       Koevolusi.
Keharusan ketika suatu bentuk baru yang muncul dan berkembang mempengaruhi bentuk lain juga misalnya media. Bentuk-bentuk media mempunyai siklus kehidupan sebelum akhirnya benar-benar punah. Kehadiran teknologi yang sekarang tidak akan ada jika setiap media baru terjadi bersamaan dengan media lama mati. Namun, sebagian besar media sifat dasarnya akan tetap sama menjadi bagian dari sistem.

2.       Konvergensi.
Nicholas Negroponte disebutkan sebagai orang pertama yang menghadirkan konvergensi media dan teknologi digital yang pada akhirnya sering dikenal sebagai komunikasi multimedia. Multimedia tersebut menjadi medium yang mengintegrasikan dua bentuk komunikasi atau lebih. Konvergensi bukan berarti menggantikan bentuk-bentuk yang terdahulu, namun menunjukkan peluang yang poensial untuk pengembangan media baru.

3.       Kompleksitas.
Persoalan konvergensi tidak lepas dari perubahan yang sering kali menimbulkan situasi yang kacau atau chaos. Perlu ditekankan bahwa chaos merupakan komponen penting dalam perubahan, dimana chaos melahirkan gagasan baru yang akan menghidupkan sistem-sistem dan mentransformasikannya. Dari statement di atas bisa dipadatkan bahwa sistem komunikasi manusia adalah suatu sistem yang saling bergantung dan dinamis yang akan menimbulkan kompleksitas yang adaptif.

    Selain konvergensi sebagai bagian dari konsep mediamorfosis, perlu diketahui juga paradigma konvergensinya. Mengasumsikan bahwa media lama dan media baru akan tetap berinteraksi karena kecenderungan media lama yang harus beradaptasi dengan kemajuan media baru. Bisa dikatakan konvergensi menjadi satu ketertarikan atau kesamaan fokus yang terjadi karena proses penyatuan dari berbagai macam bentuk hal.


    Konvergensi tidak hanya sebatas perkembangan dalam rana teknologi, namun juga merambah dan mengubah pola dasar kehidupan manusia. Konvergensi mampu mengubah hubungan kehidupan manusia ke dalam berbagai macam bidang. Baik teknologi, industri, pasar, gaya hidup sampai ke ekonomi, politik, sosial dan budaya.

  Berkaca dari banyaknya sisi kehidupan yang sudah berkonvergensi membuat konvergensi media sendiri memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan yang akan penulis paparkan secara singkat menurut pemahaman penulis.

a.    Kelebihan Konvergensi Media

1) Konvergensi menyebabkan perubahan yang cukup signifikan antara komunikasi tradisional dengan konvensional yang mana bisa memadukan komunikasi antarpribadi dan komunikasi massa dalam satu media sekaligus.

2)  Konvergensi membuat media penerbitan bertambah fungsi sekaligus sebagai media penyiaran, begitupun sebaliknya media penyiaran juga berfungsi sebagai media penerbitan.

3) Audiens media massa menjadi partner media atau bahkan mengisi konten media massanya dengan semakin berkembangnya konvergensi.

4) Dikuasainya media massa yang dimiliki audiens  membuat audiens bisa mengontrol situasi dan keseluruhannya tanpa terbatas ruang dan waktu, temasuk mengakses dan berhubungan dengan informasi.

5) Konvergensi menyebabkan kreativitas media yang semakin tidak terbatas.

6)  Adanya konvergensi membuat pendapatan dan periklanan yang ada di media model lama berubah dan bertambah.

7)  Konvergensi media membuat arsip dan informasi yang ceruk menjadi lebih bernilai.

8) Banyaknya pilihan yang terbentuk setelah hadirnya konvergensi media.

9)  Konvergensi menumbuhkan dan menciptakan lagi kultur baru yang sejalan dengan   semakin berkembangnya konvergensi media.

10) Berpotensi pada bebasnya bersuara serta interaksi dalam berbagai bidang kehidupan khalayak.

b.    Kekurangan Konvergensi Media

1) Adanya konvergensi menyebabkan demasifikasi karena setiap orang memiliki kebebasan untuk memiliki informasi yang dibutuhkan sehingga informasi yang berlangsung semakin personal.

2) Dari personalnya informasi akibat konvergensi membuat persaingan antar audiens semakin tinggi dan bisa saja sampai tidak terkontrol.

3) Perlunya kecakapan yang terus-menerus berubah dengan banyak   inovasi karena suatu berita yang tidak di edit akan menjadi informasi yang biasa.

4) Adanya konvergensi membuat tidak adanya lagi siklus berita karena informasi menjadi seketika atau spontan.

5) Adanya konvergensi membuat media yang hadir sudah semakin sulit untuk dikendalikan.

6) Karena tidak dikendalikan, ketika suatu informasi negatif muncul  tidak akan mudah melakukan peredaman dan akan muncul rentetan  informasi negatif selanjutnya.

7) Kehadiran media karena konvergensi memiliki ketidakterbatasan siapapun untuk mengaksesnya, bahkan akan tetap selalu ada meskipun informasi tersebut sudah dihapus, kerugian terlebih lagi pada suatu hal yang merugikan personal.

8) Di Indonesia, konvergensi media menjadi sesuatu yang dipandang dan dirasakan buruk oleh masyarakat karena konvergensi yang dilakukan di Indonesia hanya menjadi budaya dan mengikuti arus global.

Seletah mengetahui beberapa kelebihan dan kekurangan konvergensi media yang sudah penulis tulis, perlu tahu apa saja tipe-tipe konvergensi media dengan pengertiannya masing-masing. Tipe konvergensi media menjadi pilihan baik bagi perusahaan maupun personal sesuai dengan strateginya masing-masing.

A. Convergence of Ownership ( Konvergensi Kepemilikan ), tipe konvergensi ini mengacu pada perusahaan besar yang memiliki beberapa jenis media. Misalnya perusahaan MNC. Perusahaan ini memiliki beberapa jenis media, yakni MNC Group sering digunakan bagi pelanggan MNC, MNC Shop yang sering digunakan sebagai e-commerce, MNC Newsroom sebagai penyaji informasi atau berita dan chanel MNC TV. Perusahaan lainnya yang bisa dicontohkan yaitu program berita Seputar Indonesia, perusahaan ini memiliki media koran dan juga media berita yang ditampilkan dalam televisi langsung.

B.  Tactical Convergence ( Konvergensi Taktis ), tipe konvergensi ini bentuk kerja sama yang bergerak di bidang promosi dengan saling bertukar informasi yang diperoleh dari media-media yang berkonvergen atau bekerja sama. Misalnya suatu produk yang bekerja sama dengan radio. Radio akan melakukan promosi yang disesuaikan dengan target marketnya ketika memperdengarkan iklan, begitu juga timbal balik ketika produk tersebut sedang mengadakan bonus atau diskon dengan mencantumkan tempat atau pemesanan produk tersebut bisa melalui radio yang diajak bekerja sama.

C. Structural Convergence ( Konvergensi Struktural ), yaitu tipe konvergensi yang membutuhkan penataan ulang dari hasil pembagian kerja dan strukturisasi organisasi di setiap media yang sudah menjadi bagian dari konvergensi. Bisa dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari atau dalam suatu perusahaan, dimana semakin berkembangnya suatu media mengharuskan siapapun yang terlibat lebih diketahui lagi bakat dari kinerja yang dilakukan dalam pekerjaan sebelumnya. Misalnya menciptakan inovasi media yang mampu menaikkan brand perusahaan tersebut, pastilah harus ada tugas kerja yang sesuai dan menguasainya.

D.  Convergence of Information Gathering ( Konvergensi Pengumpulan Informasi ), dalam tipe konvergensi ini jurnalis melakukan liputan, pengolahan data dan menyajikannya dalam berbagai platform. Misalnya berupa cetak, televisi, dan website. Sama halnya bisa dicontohkan dalam perusahaan Kompas yang mana perusahaan ini mencakup kinerja jurnalistik yang cukup maksimal karena mampu memberikan informasi atau berita baik melalui televisi atau yang lebih dikenal dengan Kompas TV, dengan media cetak atau koran Kompas dan juga websitenya pada Kompas.id dan Kompas.com.

E. Narrative Convergence ( Konvergensi Naratif ), tipe konvergensi ini menuntut keterampilan jurnalis dalam mengemas berita yang sesuai dengan pasar media yang bersangkutan dan dilengkapi dengan foto, video maupun grafis dengan lebih mengembangkan kreatifitas. Bisa dilihat di masa perkembangan konvergensi media sat ini sudah banyak sekali perusahaan yang menggunakan ketrampilan dalam menyusun dan menyajikan informasi dalam multimedia. Misalnya, perusahaan Good News Indonesia yang sudah mampu memikat para pembaca maupun penggemarnya karena berbagai konten yang dikemas secara kreatif baik video dan fotonya dengan nilai unggul dalam Good News Indonesia adalah memberikan berita dan informasi yang selalu positif.



DAFTAR PUSTAKA :

AG. Eka Wenats Wuryata.Digitalisasi Masyarakat: Menilik Kekuatan dan Kelemahan Dinamika Era Informasi Digital dan Masyarakat Informasi.Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 1, No. 2, Desember: 131-142
Idhar Resmadi, Sonny Yuliar.2014.Kajian Difusi Inovasi Konvergensi Media diHarian Pikiran Rakyat.Bandung: Institut Teknologi Bandung,Jurnal Sosioteknologi Vol. 13, No 2, Agustus 2014
Khadziq.2016.Konvergensi Media Surat Kabar Lokal (Studi Deskriptif Pemanfaatan Internet Pada Koran Tribun Jogja dalam Membangun Industri Media Cetak Lokal).Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga,e-Journal Vol.10, No. 01, April 2016
Rangga Galura Gumelar.Konvergensi Media Online.Jakarta: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Filter Bubble Effect

             Kehidupan orang-orang cenderung berubah sejak kedatangan media baru. Saat ini informasi memainkan peranan penting sehingga d...