Sabtu, 06 April 2019




Aku tuturkan sedikit, bercampur dengan bagian-bagian dari materi yang sedang ku tempuh dalam jenjangku, namun tak apa, tak bermasalah, kamu tetap akan ada di setiap apapun yang aku lakukan, semoga kamu sekilas melihat.

Aku senang mengenalmu, aku senang berbincang denganmu, meskipun hanya melalui aplikasi chatting. Aku bahagia mendengar tawamu, meskipun aku tak pernah tahu apa alasan di balik tawamu itu. Aku senang bisa mengajakmu pergi, meskipun aku tak pernah tahu hatimu dimana saat bersamaku. Aku terkesan dengan kepribadianmu, kamu sosok yang tangguh, lagi mandiri. Dan kuatmu itu, yang selalu menguatkanku, meski aku tak pernah katakan ini padamu. Entah kamu menyadarinya atau tidak, yang pasti, aku merasakan semua hal di atas dengan penuh kesadaran.

Sederhananya, aku mencintaimu.

Hey, maaf jika aku harus kembali lagi. Tapi tenanglah, ini tak akan lama, ku jamin. Aku hanya ingin menyampaikan apa yang belum sempat tersampaikan. Dan sebelumnya, izinkan aku duduk di hadapanmu. Nanti, kamu tak perlu menjawab apapun dari setiap penyampaianku. Kamu baru boleh menjawabnya dengan diri dan hatimu sendiri, setelah aku tak ada lagi. Setelah aku beranjak.

Aku bertarung dengan egoku sendiri untuk tidak mencintai siapapun setelah sembuh dari pertarunganku dengan hatiku kemarin. Nyatanya, bertemu denganmu membuatku kalah telak. Tak ada yang bisa ku sangkal, seolah sudah benar-benar siap untuk dipatahkan. Terimakasih.

Karena, harapan adalah akar dari semua sakit hati. ˜William Shakespeare˜

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Filter Bubble Effect

             Kehidupan orang-orang cenderung berubah sejak kedatangan media baru. Saat ini informasi memainkan peranan penting sehingga d...