Aku tuturkan
sedikit, bercampur dengan bagian-bagian dari materi yang sedang ku tempuh dalam
jenjangku, namun tak apa, tak bermasalah, kamu tetap akan ada di setiap apapun
yang aku lakukan, semoga kamu sekilas melihat.
Aku senang
mengenalmu, aku senang berbincang denganmu, meskipun hanya melalui aplikasi chatting. Aku bahagia mendengar tawamu,
meskipun aku tak pernah tahu apa alasan di balik tawamu itu. Aku senang bisa
mengajakmu pergi, meskipun aku tak pernah tahu hatimu dimana saat bersamaku. Aku
terkesan dengan kepribadianmu, kamu sosok yang tangguh, lagi mandiri. Dan kuatmu
itu, yang selalu menguatkanku, meski aku tak pernah katakan ini padamu. Entah kamu
menyadarinya atau tidak, yang pasti, aku merasakan semua hal di atas dengan
penuh kesadaran.
Sederhananya,
aku mencintaimu.
Hey,
maaf jika aku harus kembali lagi. Tapi tenanglah, ini tak akan lama, ku jamin. Aku
hanya ingin menyampaikan apa yang belum sempat tersampaikan. Dan sebelumnya,
izinkan aku duduk di hadapanmu. Nanti, kamu tak perlu menjawab apapun dari
setiap penyampaianku. Kamu baru boleh menjawabnya dengan diri dan hatimu
sendiri, setelah aku tak ada lagi. Setelah aku beranjak.
Aku bertarung
dengan egoku sendiri untuk tidak mencintai siapapun setelah sembuh dari
pertarunganku dengan hatiku kemarin. Nyatanya, bertemu denganmu membuatku kalah
telak. Tak ada yang bisa ku sangkal, seolah sudah benar-benar siap untuk
dipatahkan. Terimakasih.
Karena,
harapan adalah akar dari semua sakit hati. ˜William Shakespeare˜
Tidak ada komentar:
Posting Komentar