Senin, 20 Mei 2019

Jurnalis 4.0 : Jurnalis Manusia vs Jurnalis Robot ?


Membahas mengenai jurnalistik akan selalu erat kaitannya dengan produksi fakta atau informasi yang disebarkan kepada khalayak melalui beberapa media, baik cetak, radio, televisi yang mana media cetak masih erat kaitannya dengan jurnalisme tradisional. Kemudian perkenalan jurnalisme berkembang dan merambah melalui teknologi dalam jaringan. Penggunaan teknologi yang sudah terkenal di saat ini tidak lepas dengan sebutan jurnalisme digital atau jurnalisme online.

Berkembangnya jaringan internet tersebut maka akan terjadi akumulasi dari perangkat lunak dan perangkat keras yang akan mendukung teknologi untuk lebih mempercepat dan mengefisiensi praktik komunikasi yang dihadapi jurnalisme di era digital seperti kenyataan yang ada pada saat ini. Jurnalisme dibentuk untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh khalayak sehingga mereka bisa mengatur dirinya sendiri dengan kebebasan informasi yang mereka dapatkan. Media di sini berperan untuk membantu khalayak dalam memahami pengetahuan, menciptakan bahasa, mengenali lingkungan masyarakatnya yang sebagian besar tidak akan tahu tanpa adanya informasi yang disampaikan. Dari hal tersebut maka jurnalisme akan membantu memberikan gambaran bagaimana khalayak yang sudah menerima informasi tersebut untuk mengambil keputusan berperilakunya.

Majunya dunia jurnalistik memunculkan suatu bentuk baru dari hasil perkembangan teknologi berupa robot jurnalistik. Kehadiran robot jurnalistik sudah memberikan bukti penelitian bahwa robot jurnalistik mampu menuliskan berita yang diprogramkan oleh seorang jurnalis asli (berwujud manusia). Cara kerja dari robot jurnalistik itu sendiri adalah dengan mengidentifikasi trend atau mempublikasikan artikel dalam format yang sudah dibuat. Bisa dikatakan bahwa robot jurnalistik nantinya memiliki peluang untuk menjadikan masa depan jurnalistik kemudian dipandang menjanjikan dan lebih menguntungkan.

Teknologi kecerdasan dari robot jurnalistik tersebut merupakan buatan atau sering disebut dengan Artificial Intelligence (AI) yang mampu menuliskan artikel layaknya manusia. Melihat betapa ribetnya seorang jurnalisme nyata (manusia) dalam pekerjaannya yang setiap hari diharuskan memilah dan mengecek informasi dengan sangat teliti, robot jurnalistik mampu menjadi penyusun berita yang merupakan hal menarik karena bisa menjadi asisten jurnalistik manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Robot jurnalistik ini nantinya dengan perkembangan Neuro-Linguistic Programming (NLP) akan mampu menulis berita yang sama kualitasnya dengan jurnalistik manusia. Semakin berkembangnya kecerdasan buatan yang dibubuhkan dalam robot jurnalistik membuatnya akan mudah mempelajari bagaimana menanggapi umpan komunikasi yang diterima, baik oleh khalayak ataupun jurnalistik manusianya yang masih memprogram robot tersebut.

Di Indonesia, robot jurnalistik sudah cukup baik digunakan oleh Beritagar dalam rubriknya yang menuliskan pertandingan Liga Inggris di antara Leicester vs Stoke City yang berakhir imbang. Robot jurnalistik baru digunakan untuk menuliskan berita-berita dengan informasi yang memiliki karakteristik menetap, seperti berita olahraga, bola ataupun balap motor yang mana pertanyaan dan isi dari beritanya terbilang konsisten. Robot menuliskannya atas hasil dari disediakannya data dalam dunia teknologi internet dan data tersebut bisa dibeli. Karena banyaknya informasi yang ditampung oleh robot, alhasil artikel atau berita yang dituliskan oleh robot jurnalistik belum sehalus berita yang dibuat oleh jurnalis manusia yang mampu menangkap makna dari setiap peristiwa. Robot jurnalistik harus terus belajar pola menyusun berita, memilih kata hingga menentukan parafrase yang tepat ager berita tidak terlihat membosankan karena bahasa komputer yang banyak menjadi baku.

Lalu apakah adanya robot jurnalistik akan menggantikan peran manusia sebagai pawarta berita ?

Bisa dilihat bahwa kemampuan robot jurnalistik sudah memiliki kapasitas peluang yang besar untuk menyelesaikan banyak pekerjaan dengan cepat. Jurnalisme manusia yang tadinya harus berkerja dengan sangat cepat karena dikejar waktu untuk setor berita yang menjadi kewajibannya akan secara otomatis dibantu oleh robot jurnalistik. Jurnalisme manusia yang terbagi dalam jurnalisme tradisional dan jurnalisme digital akan sangat terbantu oleh kehadiran robot tersebut. Program yang sudah dipasang dalam robot jurnalistik untuk menyusun berita yang konsisten akan memberikan banyak waktu kepada jurnalistik untuk menyelesaikan berita lainnya. Waktu yang tersisa karena pekerjaan lain sudah dikerjakan oleh robot jurnalistik bisa digunakan jurnalisme manusia untuk mengerjakan berita atau informasi dengan lebih mendalam, dimaksudkan bahwa manusia akan lebih tahu makna sebenarnya yang terjadi dari suatu peristiwa. Sehingga dengan itu investigasi yang dilakukan jurnalisme manusia bisa dituliskan olehnya dalam bentuk laporan panjang dan lebih lengkap.

Peran yang bisa diberikan manusia untuk membuat robot jurnalistik menjadi terwujud dengan berbagai macam kemampuannya masih sangat banyak. Robot jurnalistik nantinya bisa dibuat dari programer, data scientist sampai jurnalis seperti apa yang sudah dipaparkan di atas. Hal itu yang nantinya akan membuat robot jurnalistik bisa mengerjakan sejumlah tahapan misalnya cloud computing, Internet of Things, hingga mengolah Big Data.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa robot jurnalistik harus disusun menggunakan kode program yang ditentukan oleh manusia sebelum menyusun berita. Setelah itu barulah robot jurnalis bisa mengotomatiskan dan melakukan optimalisasi di setiap tahapan dalam proses produksi berita, mengumpulkan bahan berita yang bisa dicari dengan kecepatan waktu yang sangat, pencarian judul, pembuatan berita sampai menyortir perilaku hingga menganalisis feedback yang diberikan oleh pembaca.

Lalu apakah robot jurnalistik masih akan memunculkan kesalahan dalam penulisan berita ?

Kenyataannya bahwa robot merupakan suatu sistem yang dibuat oleh manusia, yang mana kemungkinan akan terjadinya kesalahan masih memiliki peluang. Atrinya bahwa sebuah robot yang digunakan dengan kemampuan secerdas apapun akan mutlak membutuhkan manusia untuk memprogramnya dengan benar untuk meminimalisir kesalahan yang terjadi dalam pembuatan berita oleh robot jurnalistik. Peran dari jurnalis manusia dan ilmuan komputer itu sendiri yang nantinya akan membuat robot jurnalistik memiliki inisiatif untuk mencari berita, merekam memori dan kemudian melakukan verifikasi dengan menelefon narasumber, menyusun logika dan menulis berita secara otomatis masih menjadi harapan besar yang nantinya bisa maksimal dilakukan oleh robot jurnalistik dengan bantuan manusia. Maka dari itu terhitung bahwa kemampuan dari jurnalisme manusia itu sendiri tidak akan pernah bisa terlepas.

Pembahasan terakhir mengenai identitas yang ada pada jurnalis tradisional dan jurnalis digital atas adanya robot jurnalistik.

Sebuah sistem atau program yang dibuat komputer seperti robot jurnalistik tidak akan pernah lepas kaitannya tanpa bantuan atau buatan dari manusia. Terlebih dalam menyajikan berita yang mana komputer dengan sistemnya dan manusia dengan hati dan naluri pikirannya akan menghasilkan suatu produk yang berbeda meskipun bisa dikatakan dengan sumber informasi yang sama. Dari sini bisa yang bisa dipahami adalah kehadiran dari jurnalisme tradisional, jurnalisme digital dan robot jurnalis memiliki identitas masing-masing yang tidak akan pernah bisa digantikan satu sama lain. Pada kenyataannya jurnalisme tradisional dan jurnalisme digital yang diperankan oleh manusia akan memiliki keoptimalan dalam kenyataan dan tuntutan dunia jurnalistik. Keduanya yang berupa manusia yang benar-benar paham teori, praktik dan kode etik jurnalistik yang wajib dimiliki sebenarnya oleh seorang jurnalis yang nantinya wajib bisa dipertanggungjawabkan. Kembalil lagi bahwa identitas dari dua jenis jurnalisme tersbeut masih akan tetap bertahan dan melekat dalam diri masing-masing mengikuti apa yang sudah menjadi ciri khas, tingkat kesulitan, kinerja sampai pada hasil akhir suatu berita yang diproduksi.

DAFTAR PUSTAKA

Sri Oktika Amran, Irwansyah.2018.Jurnalisme Robot dalam Media Daring Beritagar.id.Jakarta: Universitas Indonesia


   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Filter Bubble Effect

             Kehidupan orang-orang cenderung berubah sejak kedatangan media baru. Saat ini informasi memainkan peranan penting sehingga d...